Flohmarkt: pasar loak bule

Sabtu dan minggu merupakan waktu yang sangat menyenangkan di Jerman. Bukan karena adanya festival atau konser gratis, tapi ajang mingguan ini telah menyedot sebagian besar penduduk kota kalangan “menengah ke bawah” untuk menyelinap masuk berbelanja secara murah dan meriah. Di Jerman disebutnya Flohmarkt, atau sebutan di Indonesia mungkin bisa diartikan pasar loak, atau di Amerika disebutnya “garage sale”. Memang tipe pasar seperti ini sudah banyak di berbagai kota di dunia, meski istilah dan tradisinya berbeda.

Menurut sumber Wikipedia menyebutkan bahwa istilah pasar ini masih banyak memperdebatkan. Menurut buku “Word and Phrase Origins”, istilah itu berasal dari ” Pasar Vallie ” Manhattan. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa berasal dari pasar loak yang ada di daerah pedesaan Paris yangs udah berjalan sejak akhir abad ke-17. Dari akhir abad ini, pasar terbuka sementara di kota Saint-Ouen dimulai sebagai kios sementara dan bangku-bangku di antara ladang dan kebun pasar di mana pemulung bertukar temuan mereka untuk jumlah kecil. Sedangkan di Jerman istilah ini didapatkan dari masa raja terakhir Kleidergaben.

Pasar loak ala bule ini menjual berbagai barang bekas yang harganya sangat murah. Barang-barang yang dijual juga sangat bervariasi, mulai mainan anak-anak, perlengkapan rumah tangga, elektronik, sampai alat-alat pertukangan. Selain ajang jual beli, disinipun terjadi proses barter barang. Pasar loak ini biasanya diadakan di tempat terbuka, namun dibeberapa tempat di dalam hall atau gedung. Mereka banyak memanfaatkan lahan kosong seperti parkir mobil pada hari sabtu atau minggu yang kosong.

Pasar loak tradisional ini sering diselenggarakan oleh asosiasi sukarela atau secara khusus dibentuk kelompok kerja di masing-masing masyarakat. Beberapa pasar loak yang sangat terkenal di Jerman karena termasuk yang terbesar, terpanjang dan tertua, misalnya, pasar loak Berlin, pasar loak Frankfurt di pinggiran sungai Main, Bonn, Munich, Bremen dan Hanover.

Tapi yang pasti, jenis pasar loak ini sudah memberikan sumbangsih dalam meningkatkan ekonomi dalam skala mikro.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: