Kuputuskan untuk mencintaimu…

Hari ini dapat postingan dari salah satu milis yg aku ikuti. Isinya sekitaran ”cinta”, judulnya pun sangat menantang ” mencintai adalah keputusan”. Setelah dibaca, isinya sangat menyentuh dan memberikan semangat baru. Dari artikel ini berisi tentang kisah dari Utsman Bin Affan dengan istrinya, Naila. Ada beberapa paragraf yang sangat penting dan memberikan rujukan bagi kita yang sedang menempuh hidup dalam lembaga pernikahan, berikut ini petikan dari beberapa paragrafnya:

********

Cinta adalah kata lain dari memberi…sebab memberi adalah pekerjaan… sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi itu berat…sebab pekerjaan berat itu harus ditunaikan dalam waktu lama…sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh…

“Aku mencintaimu” adalah ungkapan lain dari, “Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia…aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh semaksimal mungkin…aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku proses pertumbuhan dirimu melalui kebajikan harian yang akan kulakukan pada dirimu…aku juga akan melindungi dirimu dari segala sesuatu yang dapat merusak dirimu dan proses pertumbuhan itu….”

Jalan hidup kita biasanya tidak linear. Tidak juga seterusnya pendakian. Atau penurunan. Karena itu konteks di mana pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan tidak selalu kondusif secara emosional. Tapi disitulah tantangannya: membuktikan ketulusan di tengan situasi-situasi sulit. Disitu konsistensi teruji. Disitu juga integritas terbukti. Sebab mereka yang bisa mengejawatahkan cinta di tengah situasi yang sulit, jauh lebih bisa membuktikannya dalam situasi yang longgar.

*********

Alhamdulilah, sejak memutuskan untuk menikah, kuputuskan pula untuk mencintai dengan segala jiwa dan raga. Untuk istriku, Aku menikahimu dengan tanpa alasan, Aku menikahimu dengan niat ibadah karena Allah. Ku takut pula, jika aku mencintaimu dengan alasan tertentu, suatu saat jika alasan itu hilang, maka pudarlah cintaku. Ku tak mau seperti itu. Aku menikahimu, karena aku tahu kamu orang yang dipilihkan Allah untukku, kaulah jodohku. Jodoh yang akan kupegang kucium kupeluk sampai akhir hayatku, Insya Allah.

Istriku, kuputuskan untuk mencintaimu….

    • Endit
    • May 26th, 2009

    inspiratif! saya suka ini.

    terimakasih…

    Salam hormat,

    Endit Apriyanto, SH

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: