Marburg – my first city in Germany

Pyuh, akhirnya sudah di hari ke-6 tinggal di negeri orang. Jerman berjarak ribuan mil dari Indonesia. Semua perasaan bercampur aduk. Semua penyesuaian dan adaptasi dilewati. Jetlag sudah pasti. Ternyata gak berlangsung Cuma 1 hari, tapi hamper 1 minggu penyesuain. But I believe I can make it.! Insya Allah..

Hari kemarin, Kamis 05.06.2008 masih mengurus berbagai administrasi, termasuk koneksi internet. Masih agak susah, karena saya belum ada kartu student, jadi pengurus SPEAK dan Apartemen gak bisa berbuat apa2 untuk mengaktifkan account internet (so far..). Tapi saya masih berharap banget ada jalan. Yang pasti sih kalo pake kontrak setidaknya harus 2 tahun. Padahal, tinggal di Marburg cuman 4 bulan untuk kursus bahasa. Saya yakin sih, kalo sudah di uni nanti gak ada masalah. Kita kemarin sampai ke Uni-Marburg untuk mencari tahu sendiri bagamaimana prosedurnya, ternyata gak berhasil juga.

Alhasil, setelah dari t4 itu, kita di antar Mira (anak indonesia yang kuliah disini) jalan2 ke Altstadt. Tempat ini adalah kota tua Marburg. Semua bangunan kuno masih terjaga dengan rapi (seperti kota2 lainnya di Eropa lah), meskipun sudah digunakan dengan berbagai tujuan. Misalnya cafe, market, toko buku dan lainnya. Setelah itu kita melewati Elizabeth Kirche. Gereja tertua di Kota Marburg dan sepertinya juga menjadi landmark kota ini. Honey wish you were here!!!!

Tujuan akhir hari itu adalah mengunjungi mesjid. Sepertinya sih ini satu2nya mesjid yang ada di kota Marburg. Namanya Mesjid Marbach. Setelah melihat sih, bukan seperti mesjid kebanyakan di Indonesia. Kayanya sih ini bangunan rumah yang dialihfungsikan menjadi mesjid. Tapi ini cukup menggembirakan karena ada tempat untuk sholat jumat. Alhamdulillah.

Nah, hari ini, Jumat, 06.06.08, saya ada tes di kursus bahasa. Sepertinya akan setiap jumat akan ada tes seperti ini, untuk mengkaji seberapa jauh pemahaman kita selama 1 minggu pengajaran. Mudah2an hasilnya memuaskan. Aminnn.. Setelah kursus kita langsung menuju mesjid untuk sholat Jumat. Setelah berjalan kurang lebih 20 menit. Sampailah kita di sana. Sholat Jumat dengan khotbah 2 bahasa. Arab dan Jerman. Yah tentunya saya melongok aja. Gimana gak, Arab tentunya gak mengerti. Jerman yah baru belajar. Paling ngerti dikit2.

Sepulang dari sholat Jumat, kita langsung menuju Mensa (cafeteria mahasiswa). Tentunya dengan jalan kaki lagi. Wah bakal sehat banget nih disini. Bisa kurus nih..hehehehe.

Setelah lunch, kita belanja di Aldi untuk keperluan mencuci. Pas nunggu di Haltestelle. Tiba terlihat di dekat lampu merah ada kerumunan. Ternyata ada orang tua yang jatuh pingsan (entah serangan jantung atau apa). Tapi yang terlihat, semuanya terlihat tenang, tanpa ribut2. Tak lama polisi datang trus ambulans untuk menolong ibu itu. Dan yang mencengangkan juga adalah meskipun terlihat jadi macet, semua pengendara mobil tahu bagaimana memposisikan diri secara tertib. Saya pikir ini Eropa banget… kapan yah Indonesia kaya gini…

Akhirnya, bus yang kita tunggu datang juga. Gara2 accident tadi busnya terlambat 2 MENIT.. eh hanya 2 menit…hebat banget ihhh..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: