Menapak Eropa

Tanggal 31 Mei 2008, merupakan tanggal yang bersejarah buat saya. Tanggal ini merupakan tonggak dimulainya perjuangan menuju Eropa. Namun keberangkatan ke Eropa ternyata tidak mudah. Saya harus meninggalkan orang-orang tercinta. Mama dan anak saya Raihan (yang hari itu baru berumur 20 hari). Sangat berat!!!! Saya diantar keluarga menuju bandara. Sangat sedih ternyata. Namun, dalam pikiran saya bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga, dan untuk anak istri. Dan saya berfikir perjalanan saya ini adalah ibadah untuk menuntut ilmu. Perjalana saya inipun merupakan pertama kalinya untuk keluar negeri.

Dengan pesawat Etihad airways kita menuju Abu Dhabi selama 7 jam dari jam 15:15 sampai jam 20:15, dengan perbedaan waktu 3 jam antara Abu Dhabi dan Jakarta. Selama 5 jam kita transit di Bandara. Dari sini saja saya sudah melihat perbedaan yang mencolok dengan Indonesia. Sangat rapi, bersih dan sangat “Internasional”. Semua fasilitas ada, termasuk free internet. Sama sekali tidak ada kesan kumuh, seperti yang selalu saya lihat di bandara-bandara di Indonesia, sekalipun di Soekarno-Hatta.

Jam 00:00 kita sudah mengantri untuk pemeriksaan dokumen. Tepat jam 01:20 kita bertolak menuju Frankfurt. Perjalanan ditempuh selama 9 jam. Tepat pukul 06:15 tanggal 1 Juni 2008 kita landing di Frankfurt. Perbedaan waktu antara Frankfurt dan Abu Dhabi 2 jam. Jadi antara WIB dengan Frankfurt 5 jam perbedaan waktunya. Cukup membuat Jetlag. Perjalanan dengan Etihad ternyata cukup membantu untuk mengurangi kejenuhan selama perjalanan. Sajian hiburan dan makanan sangat variatif dan menurut saya sangat baik. Lagu James Blunt mengantar saya sampai di Frankfurt…….

Setiba di Frankfurt Airport setelah ribuan mil dilalui, kita terbagi menjadi 2 kelompok. Ada yang belajar bahasa di DID Frankfurt dan di SPEAK Marburg. Disini saya bertambah kagumnya dengan negara orang. Sepertinya semuanya sudah tersusun dengan rapi, bersih dan yang pasti tertib. Semua fasilitas sudah disediakan. Kita naik kereta menuju stasiun kereta yang akan ke Marburg. Harganya 8 EUR. Perjalanan menuju Marburg juga cukup melelahkan karena kita semua membawa koper yang lumayan berat (rata-rata 30 kg). Tapi khusus untuk cewe semuanya pada over bagasi (lebih 30 kg). Di sepanjang jalan menuju Marburg ternyata Jerman juga tetap menjaga keasrian dan kehijauan lingkungannya. Masih terdapat banyak lahan kosong yang hijau dan hutan yang rimbun.

Di Marburg tiba jam 10:15, kita pakai taksi menuju penginapan sementara. Kita urunan masing2 2 EUR. Setelah registrasi, kita langsung observasi sekitar kota Marburg dengan jalan kaki. Ternyata sangat asri. Dari penginapan kita, ada sungai dan jembatan. Diseberangnya ada rumah-rumah tua dan juga gereja yang sangat megah dan umurnya pasti sudah tua.

Kita juga sudah melihat lokasi kursus SPEAK, lumayan tak jauh dari penginapan. Marburg juga sangat bersih dan teratur. Sepertinya juga penduduknya tidak terlalu banyak. Dan di jalan juga cukup lengang. Meski begitu semua pengendara kendaraan termasuk sepeda sangat tertib lalu lintas. Meski kota kecil, juga transportasi massalnya (sejenis busway) juga sudah tersedia. Mmmmhhh…

Sepanjang jalan, lumayan sudah mempraktekkan sedikit bahasa jermannya. Termasuk pada saat membeli Kebab turki. Ukuran kebabnya juga jumbo. Sepulang dari observasi, kita sudah bisa cek in. Cowok2 di kamar 103 dan cewe di 106. Mudah-mudahan semuanya dapat berjalan dengan lancer dan sukses. Sepertinya kursus bahasa di Kota Marburg akan menyenangkan..Aminn…. Di lain waktu pasti saya akan membahas Kota Marburg secara detail.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: