Biak-Papua, Bagian Timur Indonesia

Biak adalah tujuan perjalanan kali ini. Nama kegiatannya adalah Survey Deep Sea Water. Kegiatan ini adalah kerjasama antara Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP), Institut Pertanian Bogor (IPB), Kyowa Concrete Industry dan CV
MarineTech Bali. Hasil dari DSW ini adalah mencari sumber minuman alternative
yang mempunyai kandungan mineral yang tinggi. Kegiatan ini sudah diujicobakan di Jepang dan Bali. Saya seneng banget bisa ikut kegiatan ini. Pertama, pengalaman pertama menginjakan kaki di tanah Papua. Kedua, dapat kenalan dan pengalaman baru pastinya. Berikut ini catatan perjalanan saya selama survey.

Hari 1: 31 Juli 2007 dan 1 Agustus 2007

Sesampainya di Terminal 2F, saya langsung ke KFC soalnya sudah lapar banget. Ternyata disana sudah ada Ija (BRKP), dan dia juga masuk dalam tim ke Papua. Setelah makan, kita langsung masuk dan disana sudah ada Pak Jonson dan Pak Djisman (IPB). Tak lama kemudian Muhamad dan Ibenk (BRKP) menyusul. Setelah check in, ternyata Pak Aryo Angono (BRKP) juga ada. Pukul 21.30 Pesawat Merpati membawa kita ke Biakdengan transit di Makassar. Perjalanan Jakarta-Makassar ditempuh 2 jam dan transit selama 30 menit. Penerbangan dilanjutkan ke Biak dengan waktu tempuh 3 jam. Tiba di Biak Pukul 5.30 pagi. Perbedaan waktu antara Jakarta dan Biak 2 jam. Lumayan jetlag. Kami (Saya, pak Jonson, Pak Djisman, Ibenk, Ija dan Muhamad) langsung menuju tempat Bagasi. Sementara Pak Aryo melanjutkan perjalanan ke Merauke dan akan bergabung bersama kami lagi keesokan harinya. Di Bandara Frans Kaisepo sudah ada pak Robert dari Dinas Perikanan yang menunggu.
Setelah bagasi terkumpul kita langsung dibawa ke Hotel Mapia. Untunglah kita
masih dapat penginapan, karena waktunya berbarengan dengan PESPARAWI, Pesta Paduan Suara Gerejawi, yang diadakan setiap dua tahun di tanah Papua. Kata Pak Robert ada sekitar 5000an orang berkumpul di Biak untuk kegiatan ini. Pada tahun ini dilaksanakan di Biak dari tanggal 1-8 September.

Sesampainya di Hotel Mapia, saya langsung berbaring. Sementara Muhamad, Ibenk dan Ija keliling cari hotel lain untuk Pak Aryo, Pak Bonar Pasaribu dan Pak Ketut Sugama. Setelah satu jam-an berbaring mereka sudah kembali dari eksplor hotel. Kami langsung mencari tempat untuk sarapan. Setelah berkeliling kami singgah di Rumah Makan Pecel Madiun, yang ternyata kalo pagi hanya menjual Bubur Ayam, hehehehe…

Siang harinya, kami menuju Hotel Arumbai, tempat Tim Bali (CV MarineTech) dan peneliti Jepang (Kyowa Concrete Industry) menginap. Disana kami membicarakan lokasi survey, teknik survey, logistik dan transportasi. Trus, Asakura, alumni Jepang, dan sekarang di Bali memberikan oleh2 baju dari Jepang. Mmh lumayan…. Ditengah diskusi, Pak Robert memperkenalkan Pak Anton dari Dinas Perikanan yang akan mendampingi selama survey.

Hari 2: 2 Agustus 2007

Survey dilaksanakan sekitar jam 12 start dari Pelabuhan BMJ (Biak Mina Jaya), dulunya perusahaan ekspor tuna kaleng tapi sudah bangkrut. Kapal yang dipakai sangat cepat, 750 horse power/35 knot. Tujuan survey hari pertama ini di daerah Biak Barat. Lokasinya sangat indah dan memang tak jauh dari daratan pantai sudah laut dalam (>200 m). Sebelum mengambil sampel air laut dalam (Deep Sea Water – DSW), dilakukan tracking batimetri.

Hari 3: 3 Agustus 2007

Persiapan pagi hari sudah dilaksanakan dan kapal siap berangkat. Tapi, tiba-tiba ada pengendara motor yang berteriak-teriak dengan nada yang sangat kasar yang diarahkan sama kami. Sampai-sampai dia berusaha untuk menghalangi kami untukberangkat. Namun, setelah ditenangkan, kamipun bisa berangkat. Setelah bertanya-tanya kepada Pak Anton, masalahnya adalah bapak yang tadi itu belum mendapatkan gajinya selam sekitar 8 bulan, dan sebenarnya sebelumnya dia yang mengendalikan kapal yang kami pakai sekarang.

The show must go on.. Survey hari kedua ini dilakukan di 2 titik yaitu Waroi dan Pulau Owi. Dan kedua lokasi ini akan diambil DSW. Di titik Waroi proses pengambilan sample air dan batimetri berjalan dengan lancer. Namun, di Pulau Owi ada sedikit masalah. Setelah dilakukan survey batimetri, kami langsung menuju ttitik pengambilan DSW. Nah, pada saat alat sudah diturunkan dan sudah di pompa setengah jalan, Genset mati!!!!. Setelah dicek ternyata selangnya aus/putus. Karena ABK lupa mengisi air pendingin!!! Human Error!!! Setelah dicoba diperbaiki ternayata tidak bisa. Dan juga karena daerah Pulau Owi didaerah selat, maka arusnya sangat kencang dan kapal kami terseret.Dari kedalaman 400an ke kedalaman 200m. Maka diputuskan untuk mengangkat kembali selang dan CTD yang diturunkan tadi. Wah mengecewakan dan melelahkan dan TANPA HASIL!!!

Perjalanan pulang, kami akhrnya memancing diatas kapal. Setelah beberapa lama mengelilingi Pulau Owi akhirnya pancing kami bergerak tandanya ada ikan tertangkap. Setelah ditarik, ternyata ikan Baraccuda sepanjang 50an cm. Lumayan untuk makan malam..

Malamnya kita diundang makan malam bersama Menteri Kelautan dan Perikanan di rumah jabatan Bupati Biak Numfor. Kami ke rumah bupati dengan iring-iringan menteri dari Hotel Nirmala Biak Beach Hotel sekitar pukul 8 malam. Malam itu sangat menyenagkan, selain makan enak tentunya bisa lebih nyantai sedikit. Setelah makan, silih berganti para pejabat bernyanyi. Albert pemain Denias juga datang pada malam itu untuk menyumbangkan lagu. Suaranya keren banget.

Hari 4: 4 Agustus 2007

Hari ini Tidak ada survey, karena kapalnya dipakai oleh bupati beserta rombongan ke Pulau Owi. Hari ini hanya diisi dengan Presentasi oleh pihak Kyowa pada siang hari di depan bupati di hotel Nirmala BBH. Sorenya jalan2 ke tengah kota, tapi ternyata kebiasaan orang di Biak buka toko dari jam 9 s/d 1 siang trus tutup sekitar 2-3 jam baru jam 5 sore buka lagi. Jadi tadinya mau beli suvenir gak jadi. Secara umum, kota Biak sangat bersih dan tertata dengan rapi. Fasilitasnya lumayan lengkap. Yang pasti internetnya lumayan cepat.

Malam hari kita makan malam bersama, karena beberapa orang besoknya sudah mau pulang. Kita makan di rumah makan Furama. Nah malam itu pengalaman pertama saya melakukan Kampay (toast ala Jepang).

Hari 5: 5 Agustus 2007

Survey hari ketiga di dekat daerah selat pemisah Pulau Biak dan Supiori. Pengambilan sampel dan batimetri berjalan lancar. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Rani. Di pulau ini kami melakukan snorkeling dan peneliti Jepang dan Bali mencari Seaweed/Ganggang Laut. Saya lihat daerah sangat indah namun sepertinya sudah terjadi pemboman yang sangat sporadis. Terlihat banyaknya bongkahan2 karang masive dan hampir seluruh daerah reef flat dan reef slope sudah hancur karangnya. Malamnya, kesampaian juga beli suvenir dan baju. Yah lumayanlah meskipun suvenirnya kecil, yang penting adalah yang bikin ingat biak.

Hari 6: 6 Agustus 2007

Hari ini kami pulang dengan Pesawat Merpati. Take off Jam 9.30 pagi menuju Surabaya dengan jarak tempuh 3 jam 40 menit. Cuaca cukup cerah. Setibanya di Surabaya sekitar jam 11 siang (perbedaan waktu 2 jam), transit selama 30 menit. Jam 11.45 pesawat take off menuju Jakarta dengan jarak tempuh 1 jam 10 menit. Sampai di Jakarta sekitar Jam 1 siang. Setelah bagasi semua ada kami makan siang di KFC.  Ibenk dan Muhamad menuju BRKP dan Tim IPB (saya, Pak Djisman dan Pak Jonson) menunggu Bis Damri Bogor.

Welcome Home! Bener banget Home Sweet Home………………..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: