Jejak Islam di Spanyol (II): Alhambra – Benteng Terakhir
Perjalanan jejak islam berlanjut ke kota Granada. Di sini terletak Alhambra, warisan sejarah dunia berdasarkan UNESCO World Heritage Site yang dinobatkan sejak tahun 1984.
Alhambra merupakan kompleks istana dan benteng yang dibangun pada pertengahan abad ke-13 oleh Bani Umayyah di Al-Andalusia, yang berada diperbukitan kota Granada, sekarang di komunitas otonom Andalusia, Spanyol. Alhambra tidak hanya sebagai bangunan bekas istana raja-raja islam, akan tetapi menjadi bukti sejarah peradaban islam.
Alhambra berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti “yang merah”, atau bentuk lengkapnya adalah Calat Alhambra yang berarti “benteng merah”, yang mencerminkan warna tanah liat merah dari bahan bangunan benteng ini dibuat. Meskipun sebenarnya bangunan dari Alhambra awalnya bercat putih, namun sekarang bangunan terlihat saat ini adalah kemerahan.
selengkapnya di NetSains.Com
Jejak Islam di Spanyol (I): Mezquita – Ada Gereja di Dalam Masjid
Di daerah Andalusia bagian selatan Spanyol, masih dapat ditemui sisa-sisa peradaban Islam yang pernah berkuasa, contohnya di daerah Córdoba.
Pada abad kedelapan, Masjid Agung Córdoba (the Mezquita), yang saat ini juga dikenal Katedral Katolik Roma, menjadi kebanggaan arsitektur muslim di negara barat pada masa itu. Mesjid ini dibangun diatas tanah gereja St Vincent setelah dibeli dari komunitas Kristen setempat sebelum dimusnahkan. Menjadi monumen yang paling hebat dari Dinasti Umayyah, dimana ibukota Al-Andalusia berada di Cordoba.
Bangunan ini tidak hanya difungsikan sebagai pusat religi, akan tetapi juga merupakan manifestasi sosial, budaya dan politik. Setelah Reconquista (pengambil alihan kekuasaan dari Muslim ke Kristen) di Spanyol, mesjid ini berubah menjadi sebuah gereja, dengan menambahkan katedral Gothic ke tengah-tengah bangunan. Saat ini seluruh bangunan mesjid sudah digunakan untuk Katedral Keuskupan Córdoba di Spanyol.
Selengkapnya baca di NetSains.Com
Label Produk Halal di Jerman
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Jerman, hal pertama yang terpikirkan adalah nilai halal dari makanan. Maklum, muslim sebagai penduduk minoritas disini, pastinya agak susah mencari makanan halal. Syukurnya, terdapat banyak muslim Turki dan Arab yang bermukim disini dan sudah sebagai warga Negara sejak keterpurukan Jerman pada perang dunia kedua yang lalu.
Alhamdulillah, supermarket skala besar dan sedang sekarang ini di Jerman (ALDI, LIDL, PLUS) sudah memberikan label halal pada beberapa produk daging (ayam, sapi, kalkun). Bersyukur sekali rasanya, sehingga bisa tenang berbelanja daging.
Sebuah label makanan dicap halal jika isi makanan sesuai dengan hukum Islam. Sebuah sertifikat halal ini disediakan oleh pihak ketiga lembaga khusus untuk sertifikasi halal. Karena makanan halal tidak selalu halal. Bagi umat Islam yang peduli mematuhi Syariah, atau hukum Islam, sebuah label halal memberikan jaminan bahwa isi dari makanan tidak haram, atau dilarang
Ciri pembeda yang penting dari daging halal adalah bahwa hewan harus disembelih dalam nama Allah. Hewan harus disembelih dengan cepat memutus arteri utama leher, dan mengucapkan nama Allah sebagai binatang terbunuh. Hewan disembelih dengan cara lain adalah haram.
Pentingnya label halal pada produk makanan adalah untuk menghindari produk babi (yang diharamkan dalam Islam) beserta turunan-turunan produk lainnya. Misalnya yang sudah diolah menjadi emulgator. Emulgator yang dari produk babi yang sejauh ini saya tahu adalah E471-E476.
Insya Allah, mudah-mudahan dengan mengetahui hal ini saya semakin yakin untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang ada disini. Bersyukur lagi, karena kantin kampus (Mensa) juga memberikan label gambar Ayam atau Sapi atau Babi pada menu yang disediakan. Jadi lebih leluasa untuk memilih menu-menu lainnya, jika pada hari itu yang tersedia menu dari daging Babi.
Acung jempol untuk Jerman!!!
Flohmarkt: pasar loak bule
Sabtu dan minggu merupakan waktu yang sangat menyenangkan di Jerman. Bukan karena adanya festival atau konser gratis, tapi ajang mingguan ini telah menyedot sebagian besar penduduk kota kalangan “menengah ke bawah” untuk menyelinap masuk berbelanja secara murah dan meriah. Di Jerman disebutnya Flohmarkt, atau sebutan di Indonesia mungkin bisa diartikan pasar loak, atau di Amerika disebutnya “garage sale”. Memang tipe pasar seperti ini sudah banyak di berbagai kota di dunia, meski istilah dan tradisinya berbeda.
Menurut sumber Wikipedia menyebutkan bahwa istilah pasar ini masih banyak memperdebatkan. Menurut buku “Word and Phrase Origins”, istilah itu berasal dari ” Pasar Vallie ” Manhattan. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa berasal dari pasar loak yang ada di daerah pedesaan Paris yangs udah berjalan sejak akhir abad ke-17. Dari akhir abad ini, pasar terbuka sementara di kota Saint-Ouen dimulai sebagai kios sementara dan bangku-bangku di antara ladang dan kebun pasar di mana pemulung bertukar temuan mereka untuk jumlah kecil. Sedangkan di Jerman istilah ini didapatkan dari masa raja terakhir Kleidergaben.
Pasar loak ala bule ini menjual berbagai barang bekas yang harganya sangat murah. Barang-barang yang dijual juga sangat bervariasi, mulai mainan anak-anak, perlengkapan rumah tangga, elektronik, sampai alat-alat pertukangan. Selain ajang jual beli, disinipun terjadi proses barter barang. Pasar loak ini biasanya diadakan di tempat terbuka, namun dibeberapa tempat di dalam hall atau gedung. Mereka banyak memanfaatkan lahan kosong seperti parkir mobil pada hari sabtu atau minggu yang kosong.
Pasar loak tradisional ini sering diselenggarakan oleh asosiasi sukarela atau secara khusus dibentuk kelompok kerja di masing-masing masyarakat. Beberapa pasar loak yang sangat terkenal di Jerman karena termasuk yang terbesar, terpanjang dan tertua, misalnya, pasar loak Berlin, pasar loak Frankfurt di pinggiran sungai Main, Bonn, Munich, Bremen dan Hanover.
Tapi yang pasti, jenis pasar loak ini sudah memberikan sumbangsih dalam meningkatkan ekonomi dalam skala mikro.
Friendster is back!
Baru aja malam ini buka Friendster lagi, setelah sekian lama, mungkin hampir setahun atau malah lebih, karena keasikan di Facebook. Saya log in lagi ke FS karena mendapatkan email dari manajemen FS kalo mereka melakukan perubahan besar-besaran dari tampilan dan berbagai tambahan fitur lainnya. Jadinya penasaran banget. Pas udah masuk, wah memang ternyata banyak sekali perubahan, lebih segar dan dengan logo yang baru. Saya jadi bernostalgia dengan situs ini *sambil kedap kedip sama istri*, apalagi setahun yg lalu saya masih banyak upload foto2 pas pertama kali sampai di Jerman. Huaaaaa…jejaring social ini berubah total lah pokoknya, juga semakin cepat aksesnya. Udah gitu kita dapat 1500 gift yg bisa dibagi2kan ke teman2… penasaran kan!!! Coba deh log in lagi…
Di FS saya juga ternyata masih ada yg Friend Request dan kasi Messages (sorii yah lama baru balas) hmmm..Lebih surprise lagi, saya lihat, teman-teman saya ternyata masih banyak juga yang update statusnya disini. Karena saya sudah berfikir sebelumnya kalo semua orang sudah berpindah ke FB, ternyata dugaan saya salah, masih banyak yang setia disini…
Well, kita lihat nanti perkembangannya…
Foto:http://septiarani.files.wordpress.com/2008/05/stiker_friendster.jpg
The Palace of Versailles – France
Hari ketiga di Paris kita menuju Istana Versailles, atau biasa juga disebut the Château de Versailles. Sebenarnya, awalnya tidak terlalu tertarik untuk sampai disini, selain karena harus ada perjalanan sekitar 45 menit dari Kota Paris. Pikirnya juga gak akan menarik apa yang akan dilihat. Apalagi pas sudah sampai depan istana ini, antriannya sangat panjang. Tiket yang harus dibayar untuk masuk ke istana sebesar 13.50 EUR. Ada juga tiket untuk masuk ke taman, namun kita memutuskan hanya di istana. Sebelum masuk sebenarnya kita diberi fasilitas headsets yang memberikan informasi yang lebih detail, tapi karena stroller tidak bisa masuk, dan tentunya harus menggendong anak saya selama di dalam istana. Jadi akan beribet. Jadi cukup membaca aja informasi singkat yang sudah disiapkan di setiap objek.
Setelah masuk, ternyata dugaan saya salah, istana ini sangat sangat sangat menarik. Tidak berhenti saya berdecak kagum melihat kemegahan bangunan, yang terus terang masih diluar nalar saya. the Château de Versailles ternyata memang masuk dalam UNESCO World Heritage Site alias warisan budaya dunia. Again, how lucky were we!!!
Dahulu kala, tahun 1682, Versailles menjadi pusat kekuatan politik oleh Raja Louis IV setelah pindah dari kota Paris. Bangunan ini dimulai dibangun tahun 1661 untuk memenuhi hasrat dari Raja Louis IV, dan secara resmi berdiri pada tanggal 6 Mei 1682. Dan diteruskan sampai Louis XIV. Bayangkan tahun segini, peradaban di Perancis sudah sejauh ini ck ck ck…
Senang rasanya bisa merasakan kemewahan dan kemegahan masa raja-raja di Perancis. Mulai dari ruangan baca, tempat tidur raja dan ratu, tungku perapian, hall untuk pertemuan. Semua ukurannya serba BIG and BEAUTIFUL. Dan yang paling mencengangkan lagi, hall pertemuan ini langsung dihadapkan pada pemandangan taman yang sudah di disain dengan indahnya…Banyak yang menganalisa berapa banyak biaya yang dikeluarkan oleh Raja Louis untuk membangun istana ini.
Ternyata istana Versailles ini sudah banyak diberikan izin untuk dipinjam dalam rangka pembuatan film. Salah satunya yang terbaru adalah Marie Antoinette. Film yang dirilis tahun 2006 ini dibintangi oleh Kirsten Dunst. Hmm..jadi pengen nonton lagi ini film…
Setelah berkeliling, tentunya sangat capek tapi pastinya gak rugi datang kesini.
Musée du Louvre – Paris
Tempat kedua yang menjadi incaran kami di Paris adalah The Musée du Louvre. Bangunan ini adalah museum nasional terbesar di Perancis, dan juga merupakan museum yang paling banyak dikunjungi di dunia. Hmmm.. How lucky were we! Untuk menjelajahi isi museum, kita harus membeli tiket seharga 9 EUR, dan ini berlaku selama 3 jam. Museum ini terbagi atas tiga wing, Denon, Sully dan Richelieu. Jadi sebenarnya gak cukup waktu hanya dengan tiga jam hehehe..
Yang paling mengesankan adalah museum ini berada di dalam Istana Louvre yang dulunya dibangun pada akhir abad 12 oleh Raja Philip II. Museum ini secara resmi dibuka pada tanggal 10 Agustus 1793 dengan pajangan lukisan sebanyak 537. Tahu gak, dulu museum ini pernah dinamai Musee Napoleon, ketika berada dalam masa kepemimpinan Napoleon. Saat ini, sudah hamper 35.000 materi yang dipamerkan. Luar biasa!!!
Dari sekian banyak objek yang dipamerkan, ada satu yang paling banyak menyedot pengunjung dan harus mengantri panjang untuk dapat posisi paling depan. Ya, lukisan yang tersohor Mona Lisa. Lukisan ini berada di Denon Wing Lt 1 Room 6. Jadi pastikan kalau ke Louvre menuju kesini terlebih dahulu, baru masuk ke tempat yang lain.
Meski bejubel orang, untungnya kita salah masuk dan tidak terlalu diperhatikan oleh petugas karna membawa stroller. Jadilah foto dibawah ini hehehehe..
the Eiffel Tower – Paris
Ada kebahagiaan tersendiri bisa sampai di menara Eiffel (Tour Eiffel) yang dibangun pada abad ke-19, pada liburan Oktober 2009 kemarin. Menara yang terbuat dari besi baja berlokasi di Champ de Mars – Paris. Kenapa sangat bahagia? Pertama liburan bersama keluarga tercinta, dan banyak sekali orang menganalogikan Eiffel dan Paris sebagai romantic place. Kedua, merupakan salah satu keajaiban dunia. Dan Ketiga, merupakan list teratas dari objek wisata yang harus dikunjungi dari Trip Advisor.
Menara yang setinggi 324 meter ini dinamai sesuai dengan nama disainernya Gustave Eiffel merupakan icon Negara Perancis, dan termasuk menara yang sangat dikenali di dunia. Tak heran jutaan pengunjung setiap tahunnya dating ke Paris hanya untuk melihat kemegahan Eiffel. Bayangkan, sudah lebih 200 juta orang mengunjunginya sejak tahun 1889. Tak heran pula banyak dijumpai replikanya yang tersebar di seluruh dunia. Sebut saja Las Vegas-Amerika Serikat, Tanducheng-China, Satteldorf-Jerman, dan Pariz village-Russia. Dulunya, menara ini dibangun sebagai gerbang masuk pada pameran dunia pada tahun 1889.
Menara ini mempunyai tiga level, dan dikenai tiket jika akan naik kesana. Hmm..karena tripnya bersama keluarga dan istri saya takut akan ketinggian, kegiatan ini diurungkan untuk dilakukan.
Yang menarik juga, pada malam hari, struktur baja ini akan berhiaskan lampu pada malam hari. Lampu-lampu di disain sesuai dengan event yang ada di Paris. Saat kami disana, lampunya merah dan putih, indah sekali. Ini mungkin menyambut kita yang dari Indonesia *hahahaha…ini boong*. Nah foto kami di bawah ini diambil dari Palais de Chailiot..
Arc de Triomphe
Setelah dari basilica, kita langsung menuju the Arc de Triomphe. Monumen ini berada di pusat the Place Charles de Gaulle, sebelah barat dari kawasan Champs-Élysées. Monumen ini dipersembahkan bagi mereka yang sudah berjuang untuk Perancis, khususnya selama Perang Napoleon. Di dalam dan diatas dari monumen ini terdapat daftar jenderal dan orang-orang yg telah ikut berjuang. Sayangnya, kita gak ikutan naik ke atas monument.
Monumen yang setinggi 49.5 m ini di disain oleh Jean Chalgrin pada tahun 1806. Sayangnya gak bisa lama-lama disini, kita hanya menikmatinya beberapa saat sambil melihat-lihat atraksi jalanan yang dilakukan oleh sekelompok anak muda, soalnya Eiffel dah menunggu.
Basilique du Sacré-Cœur
Hari pertama langsung menuju ke Basilique du Sacré-Cœur. Basilika ini merupakan salah satu landmark kota Paris, yang didedikasikan untuk Jesus, yang selesai di bangun tahun 1914. Basilique du Sacré-Cœur terletak di puncak bukit Montmartre, titik tertinggi di kota Paris. Disini ada fasilitas lift, jadi pengunjung tidak perlu menyusuri dan menapaki tangga bukit setinggi 130 meter. Tapi hari itu kita hanya menikmati basilica ini dari bawah. Untuk menikmati keindahan ini tidak dipungut bayaran alias gratis.
Disepanjang jalan menuju basilica ini dipinggirannya banyak jualan souvenir dan berbagai baju dan pernak pernik Paris dan pastinya harganya terjangkau. Terus terang ini mengingatkan jalanan yang biasa kita temui di daerah stasiun dekat Bogor yang banyak menjual pernak pernik dengan harga yang murah. Tapi sebaiknya untuk membeli gantungan kunci, mending belinya di daerah Concorde yang dekat menara Eiffel, disitu jualnya murah banget, dengan 1 EUR bisa dapat 5 gantungan kuncil Eiffel, kalo di Basilica Cuma dapat 3. Murah kan!!! Karena ini tempat pertama yang kita kunjungi di Paris, jadi kebanyakan kita hanya surveu harga disini. Nah setelah sarapan dan berfoto-foto disini, kita langsung menuju Arc de Triomphe…












